Kehancuran Bait Allah

“Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.” (Mazmur 74:2)



Pembahasan: Mazmur 74:1-23 | Ayat Bacaan: Mazmur 74-75

Pernahkah kita merasakan kehilangan sebuah tempat yang sangat berharga—tempat di mana kita selalu menemukan kedamaian dan kekuatan? Misalnya, ada sebuah keluarga yang harus menyaksikan rumah warisan mereka yang penuh kenangan indah hancur terbakar. Tidak hanya kehilangan bangunan fisik, tetapi juga tempat di mana identitas dan sejarah keluarga tertanam. Demikianlah perasaan sedih pemazmur ketika, dengan hati yang hancur, ia menyaksikan Bait Allah—pusat ibadah dan lambang kehadiran Tuhan, dirusak oleh musuh-musuh Israel.

Mazmur 74 adalah ratapan komunal yang kemungkinan ditulis setelah penghancuran Bait Suci oleh Babel, di tahun 586 SM. Pemazmur memulai dengan pertanyaan menusuk: “Mengapa, ya Allah, Kau buang kami untuk seterusnya?” (ay. 1). Bangsa Israel menyaksikan tempat kudus mereka diinjak-injak, simbol-simbol keagamaan dihancurkan, dan para nabi tidak lagi ada untuk memberi penghiburan (ay. 9). Pemazmur kemudian terus-menerus memohon agar Allah mengingat perjanjian-Nya, umat-Nya, dan nama-Nya yang dihina (ay. 2, 18, 22). Di tengah kehancuran, pemazmur tidak menyerah pada keputusasaan, melainkan berpegang pada karakter Allah yang setia sejak zaman purbakala (ay. 12-17).

Kehancuran fisik Bait Suci mengingatkan bahwa tidak ada struktur keagamaan maupun tradisi rohani yang kebal terhadap kehancuran ketika ketidaksetiaan mengakar dalam kehidupan umat Allah. Namun, berita baiknya adalah Allah tidak pernah benar-benar meninggalkan umat-Nya. Bagi orang percaya masa kini, Bait Allah yang sejati adalah tubuh Kristus dan gereja-Nya (1 Kor. 3:16). Ketika kita menghadapi “kehancuran” dalam kehidupan rohani, entah berupa krisis iman, perpecahan dalam komunitas Kristen, atau pengalaman spiritual yang terasa kosong—respons kita seharusnya sama seperti pemazmur: kembali kepada karakter Allah yang tidak berubah, mengingat karya keselamatan-Nya, dan menaruh harap kepada-Nya. Kehancuran bukanlah akhir dari rencana Allah, melainkan awal dari pembaruan yang lebih dalam.

STUDI PRIBADI: Apa yang kita pelajari dari pemazmur saat menghadapi kehancuran? Apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membangun kembali, sambil percaya: Allah tetap Raja?

Pokok Doa: Berdoa untuk saudara seiman yang saat ini sedang mengalami kehancuran dalam hidup, agar mereka tetap berseru kepada Tuhan yang setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Sharing Is Caring:

×

Mazmur 74:1-23

Nyanyian ratapan karena Bait Suci yang rusak

1 Nyanyian pengajaran Asaf. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?

2 Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.

3 Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus.

4 Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda.

5 Kelihatannya seperti orang mengayunkan tinggi-tinggi sebuah kapak kepada kayu-kayuan yang lebat,

6 dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung;

7 mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah;

8 mereka berkata dalam hatinya: "Baiklah kita menindas mereka semuanya!" Mereka membakar segala tempat pertemuan Allah di negeri.

9 Tanda-tanda kami tidak kami lihat, tidak ada lagi nabi, dan tidak ada di antara kami yang mengetahui berapa lama lagi.

10 Berapa lama lagi, ya Allah, lawan itu mencela, dan musuh menista nama-Mu terus-menerus?

11 Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu, menaruh tangan kanan-Mu di dada?

12 Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi.

13 Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.

14 Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara.

15 Engkaulah yang membelah mata air dan sungai; Engkaulah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir.

16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.

17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya.

18 Ingatlah ini: musuh mencela, ya TUHAN, dan bangsa yang bebal itu menista nama-Mu.

19 Janganlah berikan nyawa merpati-Mu kepada binatang liar! Janganlah lupakan terus-menerus nyawa orang-orang-Mu yang tertindas!

20 Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh sarang-sarang kekerasan.

21 Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.

22 Bangunlah, ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu! Ingatlah akan cela kepada-Mu dari pihak orang bebal sepanjang hari.

23 Janganlah lupa suara lawan-Mu, deru orang-orang yang bangkit melawan Engkau, yang terus-menerus makin keras.

×

Mazmur 75

Allah, Hakim yang adil

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Mazmur Asaf. Nyanyian. (75-2) Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

2 (75-3) "Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.

3 (75-4) Bumi hancur dan semua penduduknya; tetapi Akulah yang mengokohkan tiang-tiangnya." Sela

4 (75-5) Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk!

5 (75-6) Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher!"

6 (75-7) Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,

7 (75-8) tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

8 (75-9) Sebab sebuah piala ada di tangan TUHAN, berisi anggur berbuih, penuh campuran bumbu; Ia menuang dari situ; sungguh, ampasnya akan dihirup dan diminum oleh semua orang fasik di bumi.

9 (75-10) Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya, aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub.

10 (75-11) Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.

×

Mazmur 74:1

1 Nyanyian pengajaran Asaf. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?

×

Mazmur 74:9

9 Tanda-tanda kami tidak kami lihat, tidak ada lagi nabi, dan tidak ada di antara kami yang mengetahui berapa lama lagi.

×

Mazmur 74:2, 18, 22

2 Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.

18 Ingatlah ini: musuh mencela, ya TUHAN, dan bangsa yang bebal itu menista nama-Mu.

22 Bangunlah, ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu! Ingatlah akan cela kepada-Mu dari pihak orang bebal sepanjang hari.

×

Mazmur 74:12-17

12 Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi.

13 Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.

14 Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara.

15 Engkaulah yang membelah mata air dan sungai; Engkaulah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir.

16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.

17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya.

×

1 Korintus 3:16

16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

×

Mazmur 45:17

16 (45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

×

Roma 8:38-39

38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *