Pergumulan dan Pengharapan

“Tetapi aku, aku tetap dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.” (Mazmur 73:28)



Pembahasan: Mazmur 73:1-28 | Ayat Bacaan: Mazmur 72-73

Pernahkah kecewa melihat orang yang tidak jujur hidup enak, sedangkan orang yang berusaha hidup benar justru menderita? Kita bekerja dengan jujur, berdoa, melayani, tetapi tetap mengalami kesulitan, sementara yang curang, tampak sukses. Dalam hati, kita mungkin bertanya seperti Asaf: “Sia-siakah aku menjaga hati yang bersih?” (ay. 13). Inilah pergumulan iman yang nyata—ketika hidup terasa tidak sejalan dengan keyakinan bahwa Allah itu adil.

Mazmur 73 adalah kesaksian Asaf, seorang pemimpin ibadah di Israel. Ia bergumul melihat kemakmuran orang fasik dan penderitaan orang benar, sehingga hampir tergelincir dalam imannya (ay. 2-3). Namun semuanya berubah ketika ia “masuk ke dalam tempat kudus Allah” (ay. 17). Di hadapan hadirat Tuhan, perspektifnya dipulihkan. Ia melihat, keberhasilan orang fasik hanyalah sementara, sedangkan Allah tetap menjadi bagian kekal bagi umat-Nya. Asaf menyadari bahwa inti kehidupan bukanlah kenyamanan, melainkan persekutuan dengan Allah. Ia berkata, “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi” (ay. 25). Dalam pencerahan rohani ini, ia beralih dari iri hati menjadi pengharapan.

Dalam terang Perjanjian Baru, Mazmur 73 menemukan pemenuhannya di dalam Kristus. Yesus pun melihat ketidakadilan dunia: orang benar dianiaya, kebenaran disalahpahami. Namun Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Melalui salib-Nya, Yesus menunjukkan bahwa keadilan Allah tidak diabaikan, tetapi dituntaskan dengan menanggung murka Allah bagi mereka. Kristus adalah tempat kudus yang sejati, di mana kita menemukan pengertian, pemulihan, dan pengharapan. Di dalam Dia, kita melihat bahwa penderitaan bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kemuliaan. Seperti Asaf, kita dapat berkata, “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya” (ay. 26).

Mazmur 73 menuntun kita melihat hidup dari perspektif kekekalan. Dunia ini kadang terasa tidak adil, tetapi Allah sedang bekerja di balik layar sejarah. Ketika menatap Kristus, kita belajar bahwa pengharapan sejati bukanlah bebas tanpa penderitaan, melainkan hadirnya Allah di tengah penderitaan. Hari ini, mari kita membawa setiap pergumulan ke hadapan Allah. Datanglah kepada Tuhan dalam doa, ibadah, dan firman-Nya. Di sana, kita akan tahu bahwa pengharapan kita tidak pernah sia-sia, karena Allah sendiri adalah bagian kita untuk selamanya.

STUDI PRIBADI: Pernahkah Anda membandingkan hidup dengan orang lain? Bagaimana menghadapi perasaan tidak nyaman saat melihat orang yang salah tapi terlihat “sukses”?

Pokok Doa: Doakan agar setiap kita dapat melihat masalah dalam perspektif kekekalan tanpa harus menjadi iri kepada mereka yang hidup tidak benar.

Sharing Is Caring:

×

Mazmur 72

Doa harapan untuk raja

1 Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!

2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!

4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!

5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun!

6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!

7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!

8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu;

10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!

11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;

13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.

15 Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!

16 Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi.

17 Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

18 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!

19 Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.

20 Sekianlah doa-doa Daud bin Isai.

×

Mazmur 73:1-28

Pergumulan dan pengharapan

1 Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.

2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.

3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;

5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

6 Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan.

7 Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.

8 Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.

9 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi.

10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.

11 Dan mereka berkata: "Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?"

12 Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!

13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.

14 Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.

15 Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.

16 Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,

17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.

18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.

19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

20 Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

21 Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

22 aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.

23 Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.

24 Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

×

Mazmur 73:13

13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.

×

Mazmur 73:2-3

2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.

3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

×

Mazmur 73:17

17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.

×

Mazmur 73:25

25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

×

Mazmur 73:26

26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

×

Mazmur 45:17

16 (45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

×

Roma 8:38-39

38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *