Kekecewaan Ayub

“Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan!” (Ayub 6:8)



Pembahasan: Ayub 6:1-30 | Ayat Bacaan: Ayub 5-6

Tidak semua penderitaan dapat dimengerti atau dijelaskan dengan mudah. Ada saat-saat di mana kita tak lagi mampu menyembunyikan rasa perih di balik senyum, atau menenangkan diri dengan kalimat-kalimat rohani. Kadang, luka itu begitu dalam hingga kata-kata pun tak lagi memadai. Ada kalanya kita hanya ingin didengar, bukan diceramahi; ingin dimengerti, bukan dihakimi. Di titik inilah Ayub berdiri–seorang yang jujur dalam imannya, namun remuk oleh beban hidup yang tak tertanggungkan.

Ayub 6 memperlihatkan kepada kita sosok seorang manusia yang sepenuhnya jujur dalam penderitaannya. Ia tidak memalsukan senyuman, tidak pura-pura tegar. Ia mengungkapkan bahwa penderitaannya lebih berat daripada pasir di laut (ay. 3). Ia mengharapkan kematian sebagai jalan keluar karena merasa tak lagi punya kekuatan atau harapan (ay. 11). Namun, di balik keputusasaan itu, Ayub tidak membuang imannya. Ia justru datang kepada Tuhan dengan segala keluh kesahnya. Inilah bentuk iman yang matang, yang berani berseru ketika langit terasa diam.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan tidak menuntut kepalsuan dalam relasi dengan-Nya. Tuhan tidak mencari manusia yang berpura-pura kuat, tetapi hati yang jujur, walau penuh keluhan. Ketika hidup terasa begitu berat, ketika doa tidak lagi berupa pujian indah tetapi hanya tangisan dan keheningan, Tuhan tetap hadir. Seperti Ayub, kita pun diundang datang kepada-Nya dengan seluruh pergumulan kita, karena Allah kita bukan hanya Allah di saat suka, tetapi juga Allah yang setia di saat remuk.

Jika kita merasa seperti Ayub–lelah, kosong, dan tidak dimengerti–ingatlah bahwa Allah tidak pernah menjauh dari seruan yang jujur. Bahkan ketika semua orang gagal memahami, Tuhan tidak salah dengar. Ia tidak hanya mendengar keluhan kita, tetapi juga menopang kita melewati setiap musim kesakitan. Tetaplah datang kepada-Nya, meskipun hanya dengan keluhan dan air mata–karena itu pun adalah ibadah yang berkenan di hadapan-Nya.

STUDI PRIBADI: Apakah sebenarnya yang membuat Ayub terlihat begitu tersakiti oleh perkataan teman-temannya?

Pokok Doa: Berdoalah agar setiap anak Tuhan boleh terlatih untuk terbuka dan menjadi apa adanya di hadapan Tuhan dengan penuh iman.

Sharing Is Caring:

×

Ayub 5

1 Berserulah--adakah orang yang menjawab engkau? Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling?

2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

3 Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar, tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya.

4 Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.

5 Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar, bahkan dirampas dari tengah-tengah duri, dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya.

6 Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;

7 melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.

8 Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

10 Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang;

11 Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat;

12 Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil;

13 Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.

14 Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam.

15 Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat.

16 Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut.

17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

18 Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

19 Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.

20 Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang.

21 Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang.

22 Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti.

23 Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau.

24 Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa.

25 Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah.

26 Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya.

27 Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!"

×

Ayub 6:1-30

Ayub kecewa terhadap sahabat-sahabatnya

1 Lalu Ayub menjawab:

2 "Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!

3 Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.

4 Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku.

5 Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya?

6 Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya?

7 Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku.

8 Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan!

9 Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku!

10 Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.

11 Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?

12 Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?

13 Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?

14 Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.

15 Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai, seperti dasar dari pada sungai yang mengalir lenyap,

16 yang keruh karena air beku, yang di dalamnya salju menjadi cair,

17 yang surut pada musim kemarau, dan menjadi kering di tempatnya apabila kena panas;

18 berkeluk-keluk jalan arusnya, mengalir ke padang tandus, lalu lenyap.

19 Kafilah dari Tema mengamat-amatinya dan rombongan dari Syeba mengharapkannya,

20 tetapi mereka kecewa karena keyakinan mereka, mereka tertipu setibanya di sana.

21 Demikianlah kamu sekarang bagiku, ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu.

22 Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu,

23 atau: Luputkan aku dari tangan musuh, atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim?

24 Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat.

25 Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu?

26 Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin?

27 Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan.

28 Tetapi sekarang, berpalinglah kepadaku; aku tidak akan berdusta di hadapanmu.

29 Berbaliklah, janganlah terjadi kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar.

30 Apakah ada kecurangan pada lidahku? Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?"

×

Ayub 6:3

3 Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.

×

Ayub 6:11

11 Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?

×

Mazmur 62:13

12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

×

Ester 1:9

9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

×

Ester 1:10-11

10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,

11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

2 Samuel 24:17

17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Imamat 26 : 4-14

4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.

5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.

6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.

10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.

11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.

12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.

13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."

14 "Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu,

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *