“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)
Pembahasan: Amsal 25:1-28 | Ayat Bacaan: Amsal 25
Salah satu penyebab konflik dalam rumah tangga—antara suami-istri, orang tua-anak, mertua-menantu—adalah komunikasi yang buruk. Meskipun komunikasi merupakan aktivitas manusia yang telah dilakukan sejak kecil, hal ini tidak serta-merta membuat manusia menjadi “ahli” dalam berkomunikasi. Manusia perlu memahami cara berkomunikasi yang baik dan benar. Mark Victor Hansen mengatakan, “Komunikasi yang efektif adalah urat nadi dari setiap hubungan atau organisasi yang berkembang.” Perkataan Hansen ini menggarisbawahi betapa pentingnya peran komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan. Tanpa komunikasi yang baik, kehidupan kita akan menuai banyak persoalan relasi.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita akan pentingnya bersikap bijaksana dalam berkomunikasi. “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak” (ay. 11). Apa maksud dari teks ini? Teks ini menggambarkan nilai dan keindahan sebuah perkataan yang tepat, yakni disampaikan pada waktu yang tepat (konteks), menggunakan kata-kata yang tepat (isi, konten), dan dengan nada yang tepat (kontrol suara). Itulah sebabnya, ketika kita ingin menyampaikan pendapat atau kata-kata, kita perlu memperhatikan konteksnya, isinya, dan cara kita menyampaikannya. Jika dilakukan dengan bijak dan tepat, perkataan kita akan seperti “buah apel emas di pinggan perak.” Artinya, perkataan kita akan terasa indah, bernilai, menenangkan, dan membangun bagi yang mendengarkannya.
Bagaimana dengan cara Anda berkomunikasi saat ini? Karena komunikasi sangat penting untuk membangun relasi, cobalah berbicara pada waktu yang tepat, dengan isi perkataan yang sehat, dan nada yang sesuai dalam penyampaian. Istri, suami, orang tua, anak, rekan, atau siapa pun yang mendengar perkataan Anda akan merasa terhibur, dikuatkan, dan dimengerti. Semua ini akan menghasilkan hubungan yang semakin kuat dan harmonis. Sebaliknya, jika cara berkomunikasi kita kurang baik, hal itu dapat mendatangkan permusuhan atau kesalahpahaman.
STUDI PRIBADI: Mengapa memiliki cara berkomunikasi yang baik itu penting? Bagaimana cara berkomunkasi yang bijak berdasarkan nasihat penulis kitab Amsal?
Pokok Doa: Berdoalah agar Tuhan mengaruniakan kepada Anda dan orang-orang di sekitar Anda kapasitas untuk membangun komunikasi yang baik sehingga menguatkan relasi dan harmonisasi.
Amsal 25:1-28
Amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia
1 Juga ini adalah amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia, raja Yehuda.
2 Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.
3 Seperti tingginya langit dan dalamnya bumi, demikianlah hati raja-raja tidak terduga.
4 Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas.
5 Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran.
6 Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar.
7 Karena lebih baik orang berkata kepadamu: "Naiklah ke mari," dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia. Apa matamu lihat,
8 jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan. Karena pada akhirnya apa yang engkau dapat lakukan, kalau sesamamu telah mempermalukan engkau?
9 Belalah perkaramu terhadap sesamamu itu, tetapi jangan buka rahasia orang lain,
10 supaya jangan orang yang mendengar engkau akan mencemoohkan engkau, dan umpat terhadap engkau akan tidak hilang.
11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.
12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.
13 Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.
14 Awan dan angin tanpa hujan, demikianlah orang yang menyombongkan diri dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya.
15 Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.
16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.
17 Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu.
18 Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam.
19 Kepercayaan kepada pengkhianat di masa kesesakan adalah seperti gigi yang rapuh dan kaki yang goyah.
20 Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka.
21 Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.
22 Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.
23 Angin utara membawa hujan, bicara secara rahasia muka marah.
24 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.
26 Seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor, demikianlah orang benar yang kuatir di hadapan orang fasik.
27 Tidaklah baik makan banyak madu; sebab itu biarlah jarang kata-kata pujianmu.
28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Amsal 25:11
11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.
Amsal 24:1-2
1 Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.
2 Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.
Amsal 24:3-4
3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
Amsal 24:10
10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.
Amsal 24:11-12
11 Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.
12 Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?
Amsal 24:17-18
17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,
18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.
Amsal 24:19-20
19 Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik.
20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.
Amsal 24:30-34
30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"
34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Roma 8:21, 23b
21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


