“Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.” (Amsal 24:3-4)
Pembahasan: Amsal 24:1-34 | Ayat Bacaan: Amsal 23-24
Di dunia ini ada orang yang tampak sukses secara materi, tetapi hidupnya berantakan; keluarganya hancur, relasinya rusak, dan hatinya kosong. Sebaliknya, ada orang yang mungkin tidak memiliki banyak harta, tetapi hidupnya penuh damai, keluarganya harmonis, dan membawa dampak positif bagi banyak orang. Perbedaannya terletak pada fondasi yang mereka bangun: apakah berdasarkan hikmat Allah atau sekadar ambisi manusiawi?
Salomo membuka Amsal 24 dengan peringatan agar tidak iri kepada orang jahat (ay. 1-2), karena fondasi hidup mereka adalah kekerasan dan kejahatan yang pada akhirnya akan runtuh. Sebaliknya, ia menekankan tiga dimensi hikmat dalam membangun kehidupan. Pertama, hikmat sebagai fondasi yang kokoh (ay. 3-4). Hikmat bukan sekadar kekuatan fisik, tetapi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Kedua, hikmat dalam menghadapi kesulitan, di mana orang bijak tetap kuat di hari kesukaran dan tidak menyerah (ay. 10). Ketiga, hikmat dalam bertindak adil, yaitu menyelamatkan mereka yang terancam binasa dan tidak berdiam diri melihat ketidakadilan (ay. 11-12). Bagian ini memperingatkan bahaya kegagalan moral: jangan bersukacita atas kejatuhan musuh (ay. 17-18), jangan takut kepada orang jahat (ay. 19-20), dan jangan malas dalam menjalankan tanggung jawab (ay. 30-34). Hikmat sejati bukan hanya pengetahuan intelektual, tetapi karakter yang terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari.
Di tengah tekanan hidup modern, kita sering tergoda untuk mengambil jalan pintas, mengabaikan integritas demi kesuksesan, atau menjadi apatis terhadap penderitaan orang lain. Tuhan mengingatkan bahwa hikmat sejati membangun kehidupan yang berkelanjutan dan bermakna. Seperti rumah yang dibangun di atas fondasi yang kuat, hidup yang dibangun dengan hikmat Allah akan bertahan menghadapi badai apa pun. Maka, mari kita investasikan waktu untuk mencari hikmat-Nya, bukan hanya demi kesuksesan pribadi, tetapi untuk menjadi berkat bagi banyak orang dan meninggalkan warisan yang memuliakan Tuhan.
STUDI PRIBADI: Dalam mengambil keputusan penting, apakah kita mengandalkan hikmat Allah atau kepentinganpribadi? Siapa yang bisa kita tolong secara nyata hari ini?
Pokok Doa: Doakan para pegawai dan karyawan Kristen di berbagai perusahaan agar mereka senantiasa mencari hikmat Tuhan dalam setiap keputusan hidupnya.
Amsal 23
1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
4 Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.
5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.
7 Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan.
8 Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
9 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
10 Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
11 Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.
12 Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.
13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
14 Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.
15 Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
16 Orang yang menyimpang dari jalan akal budi akan berhenti di tempat arwah-arwah berkumpul.
17 Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.
18 Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar, dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.
19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
20 Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
21 Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
22 Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan, dan merobohkan benteng yang mereka percayai.
23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
24 Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya, ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga.
25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.
26 Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas.
27 Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.
28 Saksi bohong akan binasa, tetapi orang yang mendengarkan akan tetap berbicara.
29 Orang fasik bermuka tebal, tetapi orang jujur mengatur jalannya.
30 Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.
31 Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.
Amsal 24:1-34
1 Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.
2 Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.
3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
7 Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.
8 Siapa selalu merencanakan kejahatan akan disebut penipu.
9 Memikirkan kebodohan mendatangkan dosa, dan si pencemooh adalah kekejian bagi manusia.
10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.
11 Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.
12 Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?
13 Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.
14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.
15 Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik, jangan merusak rumahnya.
16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,
18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.
19 Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik.
20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.
21 Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja; jangan melawan terhadap kedua-duanya.
22 Karena dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana, dan siapa mengetahui kehancuran yang didatangkan mereka?
23 Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik.
24 Siapa berkata kepada orang fasik: "Engkau tidak bersalah", akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa.
25 Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia, mereka akan mendapat ganjaran berkat.
26 Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir.
27 Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.
28 Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab, dan menipu dengan bibirmu.
29 Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya."
30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"
34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Amsal 24:1-2
1 Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.
2 Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.
Amsal 24:3-4
3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
Amsal 24:10
10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.
Amsal 24:11-12
11 Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.
12 Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?
Amsal 24:17-18
17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,
18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.
Amsal 24:19-20
19 Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik.
20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.
Amsal 24:30-34
30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"
34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Roma 8:21, 23b
21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


