Kerinduan Akan Allah

“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.” (Mazmur 63:2)



Pembahasan: Mazmur 63:1-12 | Ayat Bacaan: Mazmur 63

Pernahkah Anda merasakan perasaan rindu yang mendalam–akan keluarga, sebuah tempat, sahabat, atau sesuatu yang berarti bagi Anda? Kerinduan yang membuat Anda ingin berjumpa, menikmati waktu bersama. Perjumpaan yang me-recharge kembali diri Anda. Ketika kerinduan itu belum terpenuhi, rasanya jiwa dan raga ini seperti haus dan kering–ingin segera dipuaskan melalui perjumpaan yang dinanti.

Perasaan inilah yang dialami Daud ketika dikejar-kejar oleh Absalom, anaknya. Bayangkan perasaan Daud–betapa frustrasinya ia menghadapi perlawanan anaknya sendiri, hingga akhirnya ia terpaksa melarikan diri bersama orang-orangnya. Di tengah pelarian dan tekanan itulah Mazmur ini dituliskan. Daud mengungkapkan kerinduannya akan Allah. Daud sadar, dalam situasi sesulit apa pun, ia sangat membutuhkan Allah. Kesadaran inilah yang mendorong Daud mencurahkan kerinduannya kepada Allah. Daud menggambarkan dirinya seperti tanah yang kering, tandus, tiada berair–sebuah gambaran betapa dalamnya ia merindukan Allah, hingga merasakan keletihan dan kegelisahan mendalam. Kerinduan akan Allah mengingatkan Daud pada kenangannya ketika bersekutu bersama Allah. Ia mengenang bagaimana Allah menyatakan diri-Nya, dan bagaimana ia menikmati hadirat-Nya. Kenangan akan Allah membawanya pada sebuah pengakuan: bahwa kasih setia Allah lebih baik daripada hidup, dan karena itu, ia akan memuji Allah sepanjang hidupnya (ay. 4-5). Kenangan Daud itu membawanya mengalami kepuasan yang sejati, bahkan di tengah pelariannya (ay. 6). Tekanan dan pergumulan tidak menjauhkannya dari Allah, justru semakin membangkitkan kerinduannya akan kehadiran Allah.

Pernahkah kita mengalami kerinduan yang sama? Di tengah semua situasi yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, baik suka maupun duka, pernahkah kita sungguh merindukan Allah dan persekutuan dengan-Nya? Ataukah kerinduan itu kini telah lenyap karena kita menganggap murah kehadiran Allah dan persekutuan dengan-Nya?

STUDI PRIBADI: Mengapa Daud mengungkapkan kerinduannya akan Allah dengan begitu mendalam? Apa yang sedang terjadi dalam kehidupan Daud? Apa yang dilakukan Daud di tengah kerinduannya? Apa yang menjadi komitmen Daud di tengah pelariannya?

Pokok Doa: Berdoa agar Roh Kudus terus menolong kita memiliki kerinduan dan rasa haus akan kehadiran Allah, serta memampukan kita untuk tetap hidup dalam persekutuan yang intim dengan-Nya, dalam segala keadaan.

Sharing Is Caring:

×

Mazmur 63:1-12

Kerinduan kepada Allah

1 Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (63-2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.

2 (63-3) Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

3 (63-4) Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

4 (63-5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

5 (63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

6 (63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, --

7 (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.

8 (63-9) Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

9 (63-10) Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.

10 (63-11) Mereka akan diserahkan kepada kuasa pedang, mereka akan menjadi makanan anjing hutan.

11 (63-12) Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.

×

Mazmur 63:4-5

3 (63-4) Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

4 (63-5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

×

Mazmur 63:6

5 (63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

×

Mazmur 62:2-6

1 (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?

4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela

5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

×

Mazmur 62:10-11

9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.

10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.

×

Mazmur 62:9

8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela

×

Mazmur 56:14

13 (56-14) Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

×

Mazmur 45:17

16 (45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

×

Roma 8:38-39

38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *