“Camkanlah ini: siapakah yang binasa tanpa bersalah dan di manakah orang yang jujur dibinasakan?” (Ayub 4:7)
Pembahasan: Ayub 4:1-21 | Ayat Bacaan: Ayub 4
Ada waktu ketika penderitaan datang begitu tiba-tiba dan dalam, yang kita butuhkan hanyalah seseorang yang duduk diam bersama kita. Namun sering kali, yang muncul justru nasihat atau penilaian orang-orang yang sebenarnya bermaksud baik. Mereka mencoba menjelaskan penderitaan kita–kadang dengan teologi yang terdengar benar, tapi hati ini terasa hampa. Sering kali, kalimat seperti “pasti ada dosa di balik semua ini” malah menambah luka yang belum sembuh.
Inilah yang terjadi ketika Elifas–salah satu sahabat Ayub–akhirnya bicara setelah duduk diam selama tujuh hari. Ia mengingatkan bahwa Ayub dulunya adalah penghibur bagi orang lain, namun kini tampak goyah saat dicobai (ay. 4-5). Elifas lalu menyimpulkan bahwa tidak ada orang benar yang binasa, sehingga menurutnya, Ayub pasti bersalah (ay. 7). Ia bahkan menyampaikan sebuah penglihatan misterius tentang kefanaan dan kebinasaan manusia di hadapan Allah (ay. 12-21). Elifas memang benar, manusia lemah dan tidak bersih, tapi ia keliru menerapkannya pada Ayub, yang justru sedang diuji dengan cara yang melampaui pemahamannya.
Firman Tuhan mengingatkan kita untuk rendah hati di hadapan misteri penderitaan. Tidak semua kesulitan datang sebagai hukuman. Kadang, Tuhan mengizinkan kita berada di lembah kelam bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyatakan kemuliaan-Nya melalui iman yang tetap bertahan. Dalam menghadapi orang yang menderita, Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi hakim, tapi menjadi sahabat yang hadir dengan belas kasih. Kita diajak meneladani Kristus, yang tidak segera menyalahkan, melainkan lebih dulu menangis bersama dan mengangkat yang tertunduk.
Ketika kita berada di sisi orang yang menderita, marilah belajar untuk lebih banyak hadir, mendengar, dan mendoakan. Janganlah cepat menilai, tapi jadilah saluran penghiburan dan kasih Tuhan. Ketika kita sendiri yang sedang berada dalam penderitaan, marilah belajar untuk bersandar–bukan pada pemahaman manusia, melainkan pada kebaikan Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
STUDI PRIBADI: Apa yang salah dari teguran Elifas? Bukankah yang diperkatakan Elifas “masuk akal” dalam perspektif mayoritas orang?
Pokok Doa: Berdoalah agar setiap anak Tuhan memiliki hikmat, khususnya ketika menjadi pendengar bagi orang-orang yang sedang berduka.
Ayub 4:1-21
Elifas menegur Ayub
1 Maka berbicaralah Elifas, orang Teman:
2 "Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?
3 Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan;
4 orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;
5 tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.
6 Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?
7 Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?
8 Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.
9 Mereka binasa oleh nafas Allah, dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya.
10 Singa mengaum, singa meraung--patahlah gigi singa-singa muda.
11 Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai-berai.
12 Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya,
13 waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang.
14 Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar.
15 Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku.
16 Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:
17 Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?
18 Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun didapati-Nya tersesat,
19 lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati terpijat seperti gegat.
20 Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya.
21 Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.
Ayub 4:4-5
4 orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;
5 tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.
Ayub 4:7
7 Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?
Ayub 4:12-21
12 Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya,
13 waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang.
14 Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar.
15 Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku.
16 Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:
17 Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?
18 Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun didapati-Nya tersesat,
19 lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati terpijat seperti gegat.
20 Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya.
21 Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.
Mazmur 62:13
12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Ester 1:9
9 Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.
Ester 1:10-11
10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,
11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Ester 1:12
12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
Ester 1:19
19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.
2 Samuel 24:17
17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."
Keluaran 31:1-5
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,
4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;
5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.
Imamat 26 : 4-14
4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.
5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.
6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.
7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.
10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.
11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.
12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.
13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."
14 "Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu,
Matius 6 : 33
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Yohanes 10 : 10b
10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


