Wanita Bijak

“Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.” (Amsal 31:20)



Pembahasan: Amsal 31:10-31 | Ayat Bacaan: Amsal 31-Pengkhotbah 1

“Behind every great man, there is a great woman.” Di balik pria yang hebat, ada wanita yang luar biasa. Ungkapan ini tentu tidak asing bagi kita. Kalimat ini sering digunakan untuk menghormati peran perempuan yang mendukung, menginspirasi, atau memengaruhi kesuksesan pasangan laki-lakinya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya adalah Michelle Obama, istri Barack Obama. Michelle Obama tidak hanya dikenal sebagai “pendamping”, tetapi juga sebagai figur publik yang sangat berpengaruh melalui kampanye sosial, pendidikan, kesehatan anak, dan pemberdayaan perempuan di seluruh dunia.

Jika dunia memberikan standar tertentu tentang seorang wanita yang luar biasa, Allah melalui Amsal menghadirkan ukuran yang berbeda. Dalam Amsal 31, istri yang cakap digambarkan sebagai seorang perempuan yang takut akan Tuhan (ay. 30), dapat dipercaya (ay. 11), berhikmat dalam perkataan (ay. 26), serta mampu mengatur rumah tangganya dengan baik (ay. 15, 21, 27). Namun, di antara semua karakteristik tersebut, Amsal 31:20 menempatkan satu ciri yang sangat penting: hati yang penuh belas kasih. Selain mampu mengatur rumah tangganya dengan baik, seorang istri yang cakap juga digambarkan sebagai pribadi yang mengasihi mereka yang membutuhkan dan menunjukkannya secara nyata. Inilah karakter utama istri yang cakap di hadapan Tuhan—bukan hanya terampil mengatur hidupnya sendiri, tetapi juga rela membuka hati dan tangannya bagi sesama.

Namun, perintah untuk mengasihi sesama tidaklah diberikan hanya kepada para istri. Hikmat ini ditujukan kepada setiap orang yang takut akan Tuhan. Kebijaksanaan yang berasal dari Allah selalu tampak dari hati yang peduli dan tangan yang terbuka bagi mereka yang membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai siapa pun kita—perempuan atau laki-laki, menikah atau lajang—Tuhan memanggil kita untuk menghadirkan kasih-Nya secara nyata. Orang percaya yang hidup bijaksana adalah mereka yang menerjemahkan kasih ke dalam tindakan, bukan sekadar kata-kata, khususnya kepada sesama yang membutuhkan.

STUDI PRIBADI: Apakah selama ini Anda telah hidup dengan bijaksana?

Pokok Doa: Berdoa agar setiap orang percaya bisa menjadi terang di tengah lingkungan mereka dengan menunjukkan kasih kepada sesamanya yang membutuhkan.

Sharing Is Caring:

×

Amsal 31:10-31

Puji-pujian untuk isteri yang cakap

10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.

15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.

17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.

18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.

19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.

20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.

23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.

24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.

25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.

26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:

29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.

30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

×

Amsal 31

Amsal-amsal untuk Lemuel dari ibunya

1 Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya.

2 Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku?

3 Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja.

4 Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras,

5 jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas.

6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati.

7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.

8 Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana.

9 Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.

Puji-pujian untuk isteri yang cakap

10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.

15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.

17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.

18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.

19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.

20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.

23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.

24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.

25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.

26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:

29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.

30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

×

Pengkhotbah 1

Segala sesuatu sia-sia

1 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.

2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

4 Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.

5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.

6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.

7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.

8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.

11 Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

Pengejaran hikmat adalah sia-sia

12 Aku, Pengkhotbah, adalah raja atas Israel di Yerusalem.

13 Aku membulatkan hatiku untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi di bawah langit. Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri.

14 Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

15 Yang bongkok tak dapat diluruskan, dan yang tidak ada tak dapat dihitung.

16 Aku berkata dalam hati: "Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan."

17 Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal inipun adalah usaha menjaring angin,

18 karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.

×

Amsal 31:30

30 singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun.

×

Amsal 31:11

11 Ada keturunan yang mengutuki ayahnya dan tidak memberkati ibunya.

×

Amsal 31:26

26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

×

Amsal 31:15, 21, 27

15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

×

Amsal 31:20

20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

×

Amsal 24:30-34

30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.

31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.

33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"

34 maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *