Lepaskanlah Dari Yang Jahat

“Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku! Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik.” (Mazmur 141:3-4a)



Pembahasan: Mazmur 141:1-10 | Ayat Bacaan: Mazmur 141

Pernahkah kamu merasa begitu lelah menghadapi tekanan hidup, lalu tergoda untuk bereaksi dengan cara yang salah? Mungkin dengan berkata kasar, marah, atau mengambil keputusan terburu-buru. Pada saat seperti itu, tanpa sadar hati kita bisa menjauh dari jalan Tuhan. Daud juga pernah mengalaminya. Saat menulis Mazmur 141, ia sedang tertekan – kemungkinan ketika dikejar oleh Saul atau orang-orang yang ingin menjatuhkannya. Namun, Daud tidak berdoa agar musuhnya disingkirkan, melainkan agar Tuhan menjaga mulut dan hatinya. Di tengah tekanan, kita pun mudah untuk marah, membalas dendam, atau mengambil jalan yang salah. Karena itu Daud berdoa, “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat.”

Bukan hanya meminta Tuhan mengawasi mulut dan hatinya, Daud juga dengan rendah hati bersedia ditegur. Dalam ayat 5, ia berkata, “Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih.” Artinya, Daud mau dan rela menerima teguran dari orang benar karena teguran itu merupakan tanda kasih yang menyelamatkan. Daud sadar bahwa orang yang mau berjalan dengan Tuhan, tidak menutup diri terhadap koreksi. Pada akhirnya, di tengah tekanan yang ia hadapi, Daud berkata bahwa ia berusaha mengarahkan pandangannya hanya kepada Tuhan (ayat 8-9). Sebab ia tahu, selama pandangannya tertuju kepada Tuhan, langkahnya tidak akan tersesat.

Dari doa Daud dalam mazmur ini, mengajarkan kepada kita agar ketika masalah datang, kita jangan terpaku pada tekanan yang membuat hati kita semakin gelap, tetapi belajar menjaga hati supaya tidak jatuh ke dalam dosa. Saat mata kita tertuju kepada Tuhan, hati kita akan dijaga tetap tenang dan pikiran kita dituntun untuk memilih jalan yang benar, meski keadaan belum berubah. Sebab sering kali, kemenangan sejati bukan dimulai ketika masalah selesai, tetapi ketika hati kita tetap bersih di tengah badai. Jadi mari kita mengawali setiap hari dengan berdoa seperti Daud: “Tuhan, awasilah mulutku. Jagalah hatiku supaya tidak condong pada yang jahat. Berilah aku kerendahan hati untuk mau menerima teguran, dan arahkan mataku hanya kepada-Mu, sebab Engkaulah satu-satunya tempat perlindunganku.”

STUDI PRIBADI: Apa godaan terbesar yang kita hadapi saat sedang terhimpit dan terdesak? Bagaimanakita meneladani Daud untuk tetap memilihjalan Tuhan di tengah tekanan?

Pokok Doa: Berdoa agar Tuhan menjaga hati kita, agar tidak tergoda untuk berbuat jahat atau membalas kejahatan tapi tetap hidup di jalan Tuhan. Doa bagi pertumbuhan dan perkembangan Gereja Tuhan di mana pun berada.

Sharing Is Caring:

×

Mazmur 141:1-10

Doa dalam pencobaan

1 Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru kepada-Mu!

2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

5 Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka.

6 Apabila mereka diserahkan kepada hakim-hakimnya, maka mereka akan mendengar, bahwa perkataan-perkataanku menyenangkan.

7 Seperti batu yang dibelah dan dihancurkan di tanah, demikianlah akan berhamburan tulang-tulang mereka di mulut dunia orang mati.

8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!

9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan.

10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka, tetapi aku melangkah lalu.

×

Mazmur 141:5

5 Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka.

×

Mazmur 141:8-9

8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!

9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan.

×

Mazmur 139:13-16

13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

×

Mazmur 139:2, 4

2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.

×

Mazmur 139:23-24a

23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

24a lihatlah, apakah jalanku serong,

×

Galatia 3:13

13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

×

Roma 6:11

11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

×

Roma 8:22-23

22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"

23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

×

Roma 8:21, 23b

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

23b tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *