“Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! Tuhan, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku…” (Mazmur 41:2a, 5a)
Pembahasan: Mazmur 41:1-14 | Ayat Bacaan: Mazmur 41-42
Setiap kita pasti pernah mengalami berbagai bentuk kesulitan. Orang lain yang melihat kesulitan kita mungkin mengejek kita, tetapi Allah tidak demikian. Pengalaman serupa dialami Daud. Dalam Mazmur 41, Daud menggambarkan dirinya sedang sakit. Para musuhnya berharap ia mati (ay. 6), bahkan sahabat karibnya menghina dan melawannya (ay. 10). Namun, di balik kesulitan itu, terdapat berkat. Berkat pertama datang dari bagi mereka yang memperhatikan orang lemah (ay. 2; bdk. Ams. 14:31; 19:17). Allah menjanjikan perlindungan bagi mereka yang peduli terhadap yang lemah (Mzm. 41:2-4). Mengapa? Karena Allah mengasihi orang-orang yang terlantar dan lemah (Ul. 10:18; Mzm. 146:9). Berkat kedua datang dari Allah. Ketika sakit, Daud datang kepada Allah, memohon belas kasihan-Nya, dan mengakui segala dosanya (Mzm. 41:5). Meskipun tidak semua penyakit disebabkan oleh dosa, Daud menguji hatinya, apakah ada sesuatu yang telah mendukakan hati Allah ketika dia sedang sakit.
Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengajar kita untuk bermurah hati (Mat. 5:7), yaitu memperhatikan orang-orang yang lemah, sakit, terlantar, dan sebagainya. Teladan ini sudah Ia tunjukkan melalui pelayanan-Nya kepada mereka yang lemah, sakit, mati, dan kerasukan setan. Perjanjian Baru juga mengajarkan bahwa ketika mengalami kesulitan, datanglah kepada Kristus (Mat. 11:28; 1Ptr. 5:7). Dia akan memberi istirahat sejati dan jalan keluar yang terbaik bagi kita menurut cara-Nya.
Teks ini mengajar kita untuk memperhatikan orang lemah, tetapi dunia mengajar kita untuk memperhatikan orang kuat. Ketika kita memperhatikan orang kuat, mereka mungkin membalas perhatian kita. Tapi tidak demikian jika memperhatikan orang lemah. Allah ingin kita mengasihi dengan tulus. Jujur, kita sulit mengasihi orang lain dengan tulus jika Allah tidak terlebih dahulu mengasihi kita dengan tulus—dengan mengutus Kristus untuk mati dan bangkit bagi kita. Ketulusan Allah lah yang mendorong kita untuk tulus datang kepada-Nya ketika mengalami kesulitan. Mari kita tulus mengasihi sesama dan datang kepada-Nya karena Allah tulus mengasihi kita.
STUDI PRIBADI: Mengapa kita harus menjadi orang Kristen yang mengasihi sesama dengan tulus dan tetap bersandar kepada Allah di tengah penderitaan? Siapakah sumber kekuatan kita?
Pokok Doa: Berdoa agar Allah Roh Kudus senantiasa memimpin kita untuk menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada. Berdoa agar generasi muda masa kini selalu bergantung kepada Allah dalam setiap pergumulan hidup.
Mazmur 41:1-14
Doa minta penyembuhan
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (41-2) Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.
2 (41-3) TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!
3 (41-4) TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
5 (41-6) Musuhku mengatakan yang jahat tentang aku: "Bilakah ia mati, dan namanya hilang lenyap?"
6 (41-7) Orang yang datang menjenguk, berkata dusta; hatinya penuh kejahatan, lalu ia keluar menceritakannya di jalan.
7 (41-8) Semua orang yang benci kepadaku berbisik-bisik bersama-sama tentang aku, mereka merancangkan yang jahat terhadap aku:
8 (41-9) "Penyakit jahanam telah menimpa dia, sekali ia berbaring, takkan bangun-bangun lagi."
9 (41-10) Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.
10 (41-11) Tetapi Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku dan tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka.
11 (41-12) Dengan demikian aku tahu, bahwa Engkau berkenan kepadaku, apabila musuhku tidak bersorak-sorai karena aku.
12 (41-13) Tetapi aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku, Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.
13 (41-14) Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Amin, ya amin.
Mazmur 42
Kerinduan kepada Allah
1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?"
10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"
11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Mazmur 41:6
5 (41-6) Musuhku mengatakan yang jahat tentang aku: "Bilakah ia mati, dan namanya hilang lenyap?"
Mazmur 41:10
9 (41-10) Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.
Mazmur 41:2
1 (41-2) Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.
Amsal 14:31
31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.
Amsal 19:17
17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
Mazmur 41:2-4
1 (41-2) Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.
2 (41-3) TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!
3 (41-4) TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.
Ulangan 10:18
18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.
Mazmur 146:9
9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


