Semangat Yang Patah

“Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.” (Ayub 17:1)



Pembahasan: Ayub 17:1-16 | Ayat Bacaan: Ayub 17

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup, entah karena kehilangan, kegagalan, tekanan hidup, atau bahkan pengkhianatan oleh orang-orang terdekat. Di saat-saat seperti itulah seseorang bisa merasa patah semangat untuk menjalani kehidupan, bahkan mulai meragukan kehadiran Tuhan. Masa sulit seperti ini juga dialami oleh Ayub, seseorang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (Ay. 1:1). Namun, dalam Ayub 17:1, ia menyampaikan kepedihan yang sedang dia rasakan.

Ayat 1: “Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.” Ini merupakan ungkapan kepedihan karena telah mengalami penderitaan yang datang bertubi-tubi bahkan berkepanjangan. Ketika kita memposisikan diri berada dalam situasi yang dihadapi oleh Ayub, mungkin kita akan merasa tidak ada harapan lagi atau tidak ada kekuatan untuk melanjutkan hidup, sehingga kita menjadi lupa bahwa Tuhan hadir dan peduli. Ayub tidak hanya mengalami sakit pada tubuh (Ayub 2:7-8), tetapi juga mengalami rasa sakit secara batin. Dia merasa bahwa hidupnya telah mendekati masa akhir dan tempat yang tersisa baginya adalah kubur. Mesipun demikian, dengan segala kejujuran yang Ayub sampaikan, Tuhan tidak pergi menjauh darinya, Tuhan tidak menolak ungkapan-ungkapan kepedihan yang Ayub sampaikan.

Ini mengingatkan kita bahwa, dalam kondisi apapun kita,—sehancur dan serapuh apapun hati kita, bahkan dalam kondisi patah semangat sekalipun, Tuhan mau kita untuk tetap datang mencari Dia. Tuhan ingin kita datang bukan dengan kepura-puraan, tetapi dengan hati yang jujur dan terbuka, kemudian berseru kepada Tuhan. Kita perlu ingat satu hal: semangat yang patah bukanlah akhir dari hidup kita, justru ini bisa menjadi titik awal untuk sebuah pemulihan, sehingga kita juga bisa terus berharap kepada Tuhan.

STUDI PRIBADI: Apa yang Tuhan ingatkan kepada Anda melalui firman-Nya ini? Bagaimana Anda merefleksikanfirman Tuhan ini dalam kehidupan Anda?

Pokok Doa: Berdoalah bagi jemaat agar Tuhan menguatkan dan menolong yang hatinya hancur, yang mengalami keputusasaan, sakit ataupun tekanan hidup, dengan meyakini bahwa Tuhan setia dan tidak meninggalkan mereka.

Sharing Is Caring:

×

Ayub 17:1-16

1 Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.

2 Sesungguhnya, aku menjadi ejekan; mataku terpaksa menyaksikan tantangan mereka.

3 Biarlah Engkau menjadi jaminanku bagi-Mu sendiri! Siapa lagi yang dapat membuat persetujuan bagiku?

4 Karena hati mereka telah Kaukatupkan bagi pengertian; itulah sebabnya Engkau mencegah mereka untuk menang.

5 Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.

6 Aku telah dijadikan sindiran di antara bangsa-bangsa, dan aku menjadi orang yang diludahi mukanya.

7 Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang.

8 Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik.

9 Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

10 Tetapi kamu sekalian, silakan datang kembali! Seorang yang mempunyai hikmat takkan kudapati di antara kamu!

11 Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku.

12 Malam hendak dijadikan mereka siang: terang segera muncul dari gelap, kata mereka.

13 Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan,

14 dan berkata kepada liang kubur: Engkau ayahku, kepada berenga: Ibuku dan saudara perempuanku,

15 maka di manakah harapanku? Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku?

16 Keduanya akan tenggelam ke dasar dunia orang mati, apabila kami bersama-sama turun ke dalam debu."

×

Ayub 1:1

1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

×

Ayub 17:1

1 Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.

×

Ayub 2:7-8

7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.

8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.

×

Ayub 2:7-8

7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.

8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.

×

Ayub 11

Anjuran Zofar supaya Ayub merendahkan diri di hadapan Allah

1 Maka berbicaralah Zofar, orang Naama:

2 "Apakah orang yang banyak bicara tidak harus dijawab? Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan?

3 Apakah orang harus diam terhadap bualmu? Dan kalau engkau mengolok-olok, apakah tidak ada yang mempermalukan engkau?

4 Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu.

5 Tetapi, mudah-mudahan Allah sendiri berfirman, dan membuka mulut-Nya terhadap engkau,

6 dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat, karena itu ajaib bagi pengertian. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Allah tidak memperhitungkan bagimu sebagian dari pada kesalahanmu.

7 Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?

8 Tingginya seperti langit--apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kauketahui?

9 Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.

10 Apabila Ia lewat, melakukan penangkapan, dan mengadakan pengadilan, siapa dapat menghalangi-Nya?

11 Karena Ia mengenal penipu dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya.

12 Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liarpun dapat lahir sebagai manusia.

13 Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya;

14 jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu,

15 maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut,

16 bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu.

17 Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari.

18 Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram;

19 engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu, dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu.

20 Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun, mereka tidak dapat melarikan diri lagi; yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas."

×

Ayub 13:15-16a

15 Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya.

16a Itulah yang menyelamatkan aku;

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

2 Samuel 24:17

17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Imamat 26 : 4-14

4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.

5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.

6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.

10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.

11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.

12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.

13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."

14 "Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu,

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *