Pembelaan Ayub

“Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya. Itulah yang akan menyelamatkan aku; tetapi orang fasik tidak akan menghadap kepada-Nya.” (Ayub 13:15–16)



Pembahasan: Ayub 13:1-28 | Ayat Bacaan: Ayub 13-14

Pernahkah Anda merasakan ketidakadilan? Diperlakukan tidak adil oleh negara, institusi tempat kita bekerja, atau bahkan orang-orang terdekat. Sakit? Dikhianati? Tentu. Terlebih jika yang melakukannya adalah orang-orang terdekat. Orang-orang yang kita harapkan ada di pihak kita dan mampu memberi penghiburan kepada kita. Inilah yang Ayub alami. Di tengah penderitaan berat yang tengah dialaminya, sahabat-sahabatnya justru menuduh dan menyalahkannya.

Jika memperhatikan Ayub 4, 5, 8, dan 11, kita melihat ketiga sahabat Ayub,–Elifas, Bildad, dan Zofar, secara bergantian menyalahkan, bahkan menyudutkan Ayub agar mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya. Sahabat yang seharusnya menjadi sumber kekuatan justru melemahkan. Namun yang menarik, di tengah kesendiriannya. Ayub tahu kepada siapa dia harus datang. Ayub memilih untuk datang kepada Tuhan dan membawa pembelaannya di hadapan-Nya, katanya, “Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya. Itulah yang akan menyelamatkan aku” (13:15-16a). Ayub sadar, hanya Allah yang memegang kebenaran sejati, bukan manusia. Ia tidak mencari pembenaran dari sahabat-sahabatnya, melainkan Tuhan sendiri. Keberaniannya untuk datang kepada Allah bukan karena ia merasa sempurna, tetapi karena ia tahu bahwa Allah adalah Hakim yang adil. Kejujurannya menunjukkan iman yang murni—bahwa hubungan dengan Allah jauh lebih penting daripada sekadar pandangan manusia.

Dari Ayub kita belajar, iman sejati tidak diukur dari ada atau tidaknya penderitaan, tetapi dari keberanian untuk tetap berharap kepada Allah di tengah gelapnya jalan. Dunia mungkin salah paham terhadap kita, bahkan menuduh kita atas hal-hal yang tidak kita lakukan. Namun, seperti Ayub, kita diajak untuk tetap datang kepada Allah dengan hati yang jujur. Saat kita mau menyerahkan hidup dan masalah kita kepada-Nya, kita menemukan penghiburan sejati: bahwa Allah adalah Hakim yang adil, Pembela yang setia, dan sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan

STUDI PRIBADI: Dalam kondisi apa kita merasa diperlakukan dengan sangat tidak adil? Di dalam kondisi tersebut, kepada siapa kita mencari pertolongan?

Pokok Doa: Berdoa bagi orang-orang Kristen yang mengalami diskriminasi karena iman mereka. Kiranya Allah yang terus menjadi hakim, pembela, dan sumber pengharapan bagi mereka.

Sharing Is Caring:

×

Ayub 13:1-28

Ayub membela perkaranya di hadapan Allah

1 "Sesungguhnya, semuanya itu telah dilihat mataku, didengar dan dipahami telingaku.

2 Apa yang kamu tahu, aku juga tahu, aku tidak kalah dengan kamu.

3 Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah.

4 Sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta, tabib palsulah kamu sekalian.

5 Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu.

6 Dengarkanlah pembelaanku, dan perhatikanlah bantahan bibirku.

7 Sudikah kamu berbohong untuk Allah, sudikah kamu mengucapkan dusta untuk Dia?

8 Apakah kamu mau memihak Allah, berbantah untuk membela Dia?

9 Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?

10 Kamu akan dihukum-Nya dengan keras, jikalau kamu diam-diam memihak.

11 Apakah kebesaran-Nya tidak akan mengejutkan kamu dan ketakutan kepada-Nya menimpa kamu?

12 Dalil-dalilmu adalah amsal debu, dan perisaimu perisai tanah liat.

13 Diam! Aku hendak bicara, apapun yang akan terjadi atas diriku!

14 Dagingku akan kuambil dengan gigiku, dan nyawaku akan kutatang dalam genggamku.

15 Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya.

16 Itulah yang menyelamatkan aku; tetapi orang fasik tidak akan menghadap kepada-Nya.

17 Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku.

18 Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar.

19 Siapa mau bersengketa dengan aku? Pada saat itu juga aku mau berdiam diri dan binasa.

20 Hanya janganlah Kaulakukan terhadap aku dua hal ini, maka aku tidak akan bersembunyi terhadap Engkau:

21 jauhkanlah kiranya tangan-Mu dari padaku, dan kegentaran terhadap Engkau janganlah menimpa aku!

22 Panggillah, maka aku akan menjawab; atau aku berbicara, dan Engkau menjawab.

23 Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu.

24 Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?

25 Apakah Engkau hendak menggentarkan daun yang ditiupkan angin, dan mengejar jerami yang kering?

26 Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku;

27 kakiku Kaumasukkan ke dalam pasung, segala tindak tandukku Kauawasi, dan rintangan Kaupasang di depan tapak kakiku?

28 Dan semuanya itu terhadap orang yang sudah rapuh seperti kayu lapuk, seperti kain yang dimakan gegat!"

×

Ayub 14

Setelah mati tidak ada harapan lagi

1 "Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.

2 Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.

3 Masakan Engkau menujukan pandangan-Mu kepada orang seperti itu, dan menghadapkan kepada-Mu untuk diadili?

4 Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!

5 Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya,

6 hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya.

7 Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.

8 Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,

9 maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.

10 Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia?

11 Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering,

12 demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya.

13 Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!

14 Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku;

15 maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu.

16 Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan memperhatikan dosaku;

17 pelanggaranku akan dimasukkan di dalam pundi-pundi yang dimeteraikan, dan kesalahanku akan Kaututup dengan lepa.

18 Tetapi seperti gunung runtuh berantakan, dan gunung batu bergeser dari tempatnya,

19 seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.

20 Engkau menggagahi dia untuk selama-lamanya, maka pergilah ia, Engkau mengubah wajahnya dan menyuruh dia pergi.

21 Anak-anaknya menjadi mulia, tetapi ia tidak tahu; atau mereka menjadi hina, tetapi ia tidak menyadarinya.

22 Hanya tubuhnya membuat dirinya menderita, dan karena dirinya sendiri jiwanya berduka cita."

×

Ayub 4

Elifas menegur Ayub

1 Maka berbicaralah Elifas, orang Teman:

2 "Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?

3 Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan;

4 orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;

5 tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.

6 Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?

7 Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?

8 Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.

9 Mereka binasa oleh nafas Allah, dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya.

10 Singa mengaum, singa meraung--patahlah gigi singa-singa muda.

11 Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai-berai.

12 Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya,

13 waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang.

14 Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar.

15 Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku.

16 Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:

17 Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?

18 Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun didapati-Nya tersesat,

19 lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati terpijat seperti gegat.

20 Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya.

21 Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.

×

Ayub 5

1 Berserulah--adakah orang yang menjawab engkau? Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling?

2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

3 Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar, tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya.

4 Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.

5 Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar, bahkan dirampas dari tengah-tengah duri, dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya.

6 Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;

7 melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.

8 Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

10 Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang;

11 Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat;

12 Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil;

13 Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.

14 Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam.

15 Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat.

16 Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut.

17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

18 Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

19 Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.

20 Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang.

21 Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang.

22 Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti.

23 Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau.

24 Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa.

25 Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah.

26 Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya.

27 Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!"

×

Ayub 8

Bildad membela keadilan hukuman Allah

1 Maka berbicaralah Bildad, orang Suah:

2 "Berapa lamakah lagi engkau akan berbicara begitu, dan perkataan mulutmu seperti angin yang menderu?

3 Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran?

4 Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka.

5 Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa,

6 kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.

7 Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.

8 Bertanya-tanyalah tentang orang-orang zaman dahulu, dan perhatikanlah apa yang diselidiki para nenek moyang.

9 Sebab kita, anak-anak kemarin, tidak mengetahui apa-apa; karena hari-hari kita seperti bayang-bayang di bumi.

10 Bukankah mereka yang harus mengajari engkau dan yang harus berbicara kepadamu, dan melahirkan kata-kata dari akal budi mereka?

11 Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air?

12 Sementara dalam pertumbuhan, sebelum waktunya disabit, layulah ia lebih dahulu dari pada rumput lain.

13 Demikianlah pengalaman semua orang yang melupakan Allah; maka lenyaplah harapan orang fasik,

14 yang andalannya seperti benang laba-laba, kepercayaannya seperti sarang laba-laba.

15 Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak, ia menjadikannya tempat berpegang, tetapi rumah itu tidak tahan.

16 Ia seperti tumbuh-tumbuhan yang masih segar di panas matahari, sulurnya menjulur di seluruh taman.

17 Akar-akarnya membelit timbunan batu, menyusup ke dalam sela-sela batu itu.

18 Tetapi bila ia dicabut dari tempatnya, maka tempatnya itu tidak mengakuinya lagi, katanya: Belum pernah aku melihat engkau!

19 Demikianlah kesukaan hidupnya, dan tumbuh-tumbuhan lain timbul dari tanah.

20 Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat.

21 Ia masih akan membuat mulutmu tertawa dan bibirmu bersorak-sorak.

22 Pembencimu akan terselubung dengan malu, dan kemah orang fasik akan tidak ada lagi."

×

Ayub 11

Anjuran Zofar supaya Ayub merendahkan diri di hadapan Allah

1 Maka berbicaralah Zofar, orang Naama:

2 "Apakah orang yang banyak bicara tidak harus dijawab? Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan?

3 Apakah orang harus diam terhadap bualmu? Dan kalau engkau mengolok-olok, apakah tidak ada yang mempermalukan engkau?

4 Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu.

5 Tetapi, mudah-mudahan Allah sendiri berfirman, dan membuka mulut-Nya terhadap engkau,

6 dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat, karena itu ajaib bagi pengertian. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Allah tidak memperhitungkan bagimu sebagian dari pada kesalahanmu.

7 Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?

8 Tingginya seperti langit--apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kauketahui?

9 Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.

10 Apabila Ia lewat, melakukan penangkapan, dan mengadakan pengadilan, siapa dapat menghalangi-Nya?

11 Karena Ia mengenal penipu dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya.

12 Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liarpun dapat lahir sebagai manusia.

13 Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya;

14 jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu,

15 maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut,

16 bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu.

17 Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari.

18 Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram;

19 engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu, dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu.

20 Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun, mereka tidak dapat melarikan diri lagi; yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas."

×

Ayub 13:15-16a

15 Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya.

16a Itulah yang menyelamatkan aku;

×

Ester 1:12

12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

×

Ester 1:19

19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

×

2 Samuel 24:17

17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."

×

Keluaran 31:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

×

Imamat 26 : 4-14

4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.

5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.

6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.

9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.

10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.

11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.

12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.

13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."

14 "Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu,

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *