“Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!” (Ratapan 5:21)
Pembahasan: Ratapan 5:1-22 | Ayat Bacaan: Ratapan 5 - Yehezkiel 1
Masa sulit yang panjang sering membawa seseorang kepada satu hal yang tersisa: doa yang jujur. Seruan hati yang lelah, yang mengaduh kepada Allah, seperti seorang anak yang hanya bisa berteriak minta tolong kepada orang tuanya. Inilah yang terjadi di Ratapan 5, ketika tidak ada yang dapat dilakukan umat Allah selain menderita dan datang pada-Nya.
Pasal ini berbeda dari ratapan sebelumnya. Tidak ada gambaran puitis yang rumit, melainkan permohonan langsung kepada Allah. Bangsa itu mengingat kembali penderitaan mereka: tanah warisan dirampas, kehidupan menjadi sulit, dan rasa malu serta penderitaan menimpa semua generasi. Mereka akhirnya menyadari bahwa penderitaan ini berkaitan dengan dosa yang diwariskan dan dilanjutkan oleh mereka sendiri. Mereka sadar bahwa dalam keadaan itu, mereka tidak dapat menyelamatkan diri sendiri.
Namun, di tengah kesedihan itu muncul pengakuan iman yang kuat: “Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya.” Segala sesuatu mungkin runtuh—kota, identitas, keamanan, bahkan masa depan—tetapi Tuhan tetap bertakhta. Inilah titik balik rohani dalam Ratapan 5. Harapan tidak ditemukan dalam keadaan yang membaik, melainkan dalam karakter Allah yang tidak berubah.
Menariknya, kitab Ratapan tidak ditutup dengan jawaban pasti, tetapi dengan permohonan: “Pulihkanlah kami kepada-Mu, ya TUHAN.” Hal ini menunjukkan bahwa iman sejati tidak selalu memiliki semua jawaban, tetapi tetap memilih untuk datang kepada Tuhan. Doa menjadi jembatan antara kehancuran manusia dan kesetiaan Allah.
Jika boleh dianalogikan, ini mirip seperti seseorang yang tersesat di malam gelap tanpa arah. Ia mungkin tidak tahu jalan pulang, tetapi sebisa mungkin ia masih berteriak sambil menyalakan lampu senter di ponselnya. Demikian pula doa umat dalam Ratapan 5: meskipun keadaan begitu suram, harapan masih ada.
Untuk itu, mari kita belajar membawa seluruh kenyataan hidup kepada Tuhan, bukan hanya bagian yang baik. Ketika hidup terasa berat, jangan menjauh dari Tuhan, karena justru pada saat-saat seperti itulah kita paling membutuhkan-Nya. Akuilah kelemahan dengan jujur, ingatlah bahwa Tuhan tetap berdaulat, dan mintalah pemulihan dari-Nya setiap hari.
STUDI PRIBADI: Apa pelajaran dari firman Tuhan ini bagi kehidupan Anda saat ini?
Pokok Doa: Berdoalah kepada Tuhan untuk kelemahan dan pergumulan yang Anda hadapi saat ini. Mohonlah tuntunan agar Anda setia berjalan dan bersandar kepada Tuhan.
Ratapan 5:1-22
Doa untuk pemulihan
1 Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.
2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.
3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
4 Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.
5 Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat.
6 Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti.
7 Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.
8 Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada.
9 Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami.
10 Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan.
11 Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda.
12 Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati.
13 Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu.
14 Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi.
15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.
16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!
17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
18 karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran.
19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!
20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?
21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
22 Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?
Yehezkiel 1
Nabi melihat kemuliaan TUHAN
1 Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.
2 Pada tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang,
3 datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.
4 Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
6 tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.
8 Pada keempat sisi mereka di bawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia. Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini:
9 mereka saling menyentuh dengan sayapnya; mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus ke depan.
10 Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
11 Sayap-sayap mereka dikembangkan ke atas; mereka saling menyentuh dengan sepasang sayapnya dan sepasang sayap yang lain menutupi badan mereka.
12 Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.
13 Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
14 Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.
15 Aku melihat, sungguh, di atas tanah di samping masing-masing dari keempat makhluk-makhluk hidup itu ada sebuah roda.
16 Rupa roda-roda itu seperti kilauan permata pirus dan keempatnya adalah serupa; buatannya seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain.
17 Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan; mereka tidak berbalik kalau berjalan.
18 Mereka mempunyai lingkar dan aku melihat, bahwa sekeliling lingkar yang empat itu penuh dengan mata.
19 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka; dan kalau makhluk-makhluk hidup itu terangkat dari atas tanah, roda-roda itu turut terangkat.
20 Ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, dan roda-rodanya sama-sama terangkat dengan mereka, sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
21 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu berjalan; kalau mereka berhenti, roda-roda itu berhenti; dan kalau mereka terangkat dari tanah, roda-roda itu sama-sama terangkat dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
22 Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.
23 Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka.
24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
26 Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
Ratapan 3:2
2 Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.
Ratapan 3:21
21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
Ratapan 3:22-23
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Mazmur 42:6-7
5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
Roma 5:3-5
3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Yesaya 17:7-8
7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
2 Tesalonika 1:9
9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
Yesaya 37:30-32
30 Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai, membuat kebun anggur dan memakan buahnya.
31 Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.
32 Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
Yesaya 37:33
33 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.
Yesaya 37:35
35 Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."
Yesaya 37:36
36 Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!
Yesaya 37:37
37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.
Yesaya 37:38
38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.


