Etiopia Dihukum

“Sebab, beginilah firman TUHAN kepadaku: Aku akan menjenguk dari kediaman-Ku dengan tetap tenang, seperti tenangnya hawa panas terik di tengah hari, seperti kabut dari embun di panasnya musim menuai.” (Yesaya 18:4)



Pembahasan: Yesaya 18:1-7 | Ayat Bacaan: Yesaya 18

Hidup modern membentuk kita menjadi pribadi yang serba cepat, reaktif, dan tidak tahan menunggu. Ketika situasi terasa genting–baik dalam pekerjaan, pelayanan, maupun masa depan keluarga–kita terdorong untuk segera bertindak agar tidak kehilangan kendali. Diam sering kali dianggap sebagai kegagalan, dan menunggu dipersepsikan sebagai kemunduran. Namun, Alkitab justru berulang kali menunjukkan bahwa kecepatan manusia tidak identik dengan hikmat. Yesaya 18:1-7 menantang cara berpikir ini dengan memperlihatkan perbedaan yang tajam antara kesibukan manusia dan ketenangan Allah yang berdaulat.

Teks ini kemungkinan besar merujuk pada Etiopia, satu bangsa yang sangat bangga akan kekuatan militernya. Gambaran tentang para utusan yang hilir mudik (ay. 1-2) menunjukkan dunia yang penuh aktivitas dan strategi. Namun, pusat teologis teks ini justru terletak pada ayat 4, ketika Tuhan menyatakan bahwa Ia akan “berdiam diri dan memandang.” Menurut para penafsir seperti Brevard Childs dan John Goldingay, diamnya Allah bukan tanda ketidakterlibatan, melainkan ekspresi kedaulatan. Allah digambarkan seperti petani yang menunggu saat yang tepat sebelum memangkas. Ketika waktu-Nya tiba, tindakan Allah bersifat tegas dan menentukan (ay. 5-6). Nubuat ini ditutup dengan visi eskatologis: bangsa yang tadinya mengandalkan kekuatannya sendiri pada akhirnya membawa persembahan kepada Tuhan di Sion (ay. 7).

Yesaya 18 mengingatkan kita untuk menanti pertolongan Tuhan dan tidak bersandar pada kekuatan diri sendiri. Keresahan dan ketidaksabaran sering mendorong kita untuk bertindak dengan hikmat kita sendiri. Padahal, Allah tidak pernah kehilangan kendali, bahkan ketika Ia tampak diam. Dalam masa penantian, iman diuji bukan melalui kesibukan aktivitas, tetapi melalui kepercayaan yang taat. Kiranya setiap kita dimampukan untuk terus belajar untuk menahan diri, menyerahkan waktu dan hasil kepada Tuhan, serta tetap setia menjalani panggilan dengan tekun. Allah yang berdaulat tidak pernah terlambat, dan karya-Nya selalu dinyatakan pada waktu yang paling tepat.

STUDI PRIBADI: Gambaran seperti apakah tentang bangsa Etiopia yang ditampilkan dalam bagian ini, dan mengapa hal itu mendatangkan murka Allah?

Pokok Doa: Berdoalah agar Tuhan memampukan kita untuk terus menanti pertolongan Tuhan dalam kesesakan hidup yang kita alami.

Sharing Is Caring:

×

Yesaya 18:1-7

Ucapan ilahi terhadap Etiopia

1 Wahai! Negeri dengingan sayap di seberang sungai-sungai Etiopia,

2 yang mengirim duta-duta melalui laut dalam perahu-perahu pandan mengarungi permukaan air! Pergilah, hai utusan-utusan yang tangkas, kepada bangsa yang jangkung dan berkulit mengkilap, kepada kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai!

3 Hai semua penduduk dunia, hai orang-orang yang mendiami bumi! Apabila panji-panji dinaikkan di gunung-gunung, lihatlah; apabila sangkakala ditiup, dengarlah!

4 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: "Aku akan menjenguk dari tempat kediaman-Ku dengan tidak bergerak, seperti hawa panas yang mendidih waktu panas terik, seperti kabut embun di panas musim menuai."

5 Sebab sebelum musim buah, apabila waktu berbunga sudah berakhir, dan gugusan putik menjadi buah anggur yang hendak masak, maka TUHAN akan mengerat ranting-rantingnya dengan pisau pemangkas, dan menyisihkan carang-carangnya dengan memancungnya.

6 Semuanya itu akan ditinggalkan bertumpuk-tumpuk bagi burung-burung buas di pegunungan, dan bagi binatang-binatang di hutan. Pada musim panas burung-burung buas akan bermukim di situ dan segala binatang hutan pada musim dingin.

7 Pada waktu itu juga persembahan akan disampaikan kepada TUHAN semesta alam dari kaum yang jangkung dan berkulit mengkilap, dan dari kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai, ke tempat nama TUHAN semesta alam, yaitu gunung Sion.

×

Yesaya 18:1-2

1 Wahai! Negeri dengingan sayap di seberang sungai-sungai Etiopia,

2 yang mengirim duta-duta melalui laut dalam perahu-perahu pandan mengarungi permukaan air! Pergilah, hai utusan-utusan yang tangkas, kepada bangsa yang jangkung dan berkulit mengkilap, kepada kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai!

×

Yesaya 18:4

4 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: "Aku akan menjenguk dari tempat kediaman-Ku dengan tidak bergerak, seperti hawa panas yang mendidih waktu panas terik, seperti kabut embun di panas musim menuai."

×

Yesaya 18:5-6

5 Sebab sebelum musim buah, apabila waktu berbunga sudah berakhir, dan gugusan putik menjadi buah anggur yang hendak masak, maka TUHAN akan mengerat ranting-rantingnya dengan pisau pemangkas, dan menyisihkan carang-carangnya dengan memancungnya.

6 Semuanya itu akan ditinggalkan bertumpuk-tumpuk bagi burung-burung buas di pegunungan, dan bagi binatang-binatang di hutan. Pada musim panas burung-burung buas akan bermukim di situ dan segala binatang hutan pada musim dingin.

×

Yesaya 18:7

7 Pada waktu itu juga persembahan akan disampaikan kepada TUHAN semesta alam dari kaum yang jangkung dan berkulit mengkilap, dan dari kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai, ke tempat nama TUHAN semesta alam, yaitu gunung Sion.

×

Yesaya 14:24

24 TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: "Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:

×

Yesaya 14:25

25 Aku akan membinasakan orang Asyur dalam negeri-Ku dan menginjak-injak mereka di atas gunung-Ku; kuk yang diletakkan mereka atas umat-Ku akan terbuang dan demikian juga beban yang ditimpakan mereka atas bahunya."

×

Yesaya 14:26

26 Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa.

×

Pengkotbah 8:16

16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

×

Pengkhotbah 8:17

17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *