“Berharaplah pada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!” (Mazmur 131:3)
Pembahasan: Mazmur 131:1-3 | Ayat Bacaan: Mazmur 131
Di sebuah mal, seorang anak kecil tampak kebingungan. Ia berlari ke sana kemari dengan wajah cemas, mencari seseorang. Tidak lama, ia mulai menangis sambil memanggil, “Mama… Mama…” Beberapa saat, seorang ibu muda berlari menghampirinya, memeluknya erat sambil berkata lembut, “Iya, Nak, Mama di sini. Kamu aman.” Tangis anak itu perlahan reda. Ia menyandarkan kepalanya di pelukan sang ibu, merasa tenang dan aman.
Gambaran sederhana ini mirip dengan apa yang dialami oleh Daud dalam Mazmur 131. Daud tampaknya sedang menghadapi masa sulit–mungkin karena serangan musuh, atau ketika anaknya, Absalom, memberontak. Di ayat 2 Daud berkata, “Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan menentramkan jiwaku; seperti anak yang disapih dekat ibunya.” Daud menggambarkan dirinya seperti anak yang baru disapih. Pada zaman itu, anak disapih pada usia sekitar tiga tahun, dan proses itu tidak mudah karena sang anak harus belajar meninggalkan kebiasaan lamanya dan beradaptasi dengan makanan baru. Namun di tengah proses yang sulit itu, Daud menemukan ketenangan karena ia ada dekat dengan Tuhan, sumber kedamaian, keamanan, dan ketentraman dalam situasi apa pun. Gambaran “anak yang disapih dekat dengan ibunya” menunjukkan kepercayaan penuh dan rasa aman. Seperti seorang anak yang yakin ibunya akan melindunginya, demikian juga Daud percaya Tuhan selalu menjaga dirinya. Karena itu, ia mengajak seluruh bangsa Israel: “Berharaplah kepada TUHAN, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Kata berharap di sini bukan sekadar menunggu hasil yang kita inginkan, tetapi mengandung arti percaya dan sabar menantikan apa yang terbaik dari Tuhan.
Dalam kehidupan kita, kepada siapa kita menaruh harapan? Mungkin kita berkata, “Saya sudah berdoa dan berharap kepada Tuhan, tetapi mengapa saya masih gelisah?” Bisa jadi karena sikap berharap kita keliru—kita berharap Tuhan bertindak sesuai keinginan kita. Kita belum sepenuhnya percaya pada kebaikan dan rencana-Nya yang sempurna. Mari kita belajar untuk sungguh-sungguh berharap kepada Tuhan: percaya dengan sepenuh hati dan menanti dengan sabar, maka hati kita akan menjadi tenang, dan jiwa kita akan menemukan ketentraman yang sejati.
STUDI PRIBADI: Dalam kondisi apa Anda merasa paling sulit percaya dan berharap kepada Tuhan? Apa yang bisa Anda lakukan supaya hati tenang, sabar menunggu Tuhan bekerja?
Pokok Doa: Berdoalah agar setiap kita dapat mempercayakan seluruh pergumulan kita kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dengan cara dan waktu Tuhan yang tepat.
Mazmur 131:1-3
Menyerah kepada TUHAN
1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!
Mazmur 131:2
2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
Mazmur 129:1
1 Nyanyian ziarah. Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku--biarlah Israel berkata demikian--
Mazmur 129:3
3 Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka.
Mazmur 129:4
4 TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik.
Mazmur 129:5
5 Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur.
Mazmur 118:29
29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118:22
22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Roma 8:38-39
38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Mazmur 146:9
9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
Mazmur 41:5
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
Matius 5:7
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Matius 11:28
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
1 Petrus 5:7
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.


