Kegelapan Penuh Keputusasaan

“sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati. Telah Kau jauhkan kenalan-kenalanku dari padaku, telah Kaubuat aku menjadi kekejian bagi mereka. Aku tertahan dan tidak dapat keluar; mataku merana karena sengsara. Aku telah berseru kepada-Mu, ya TUHAN, sepanjang hari, telah mengulurkan tanganku kepada-Mu.” (Mazmur 88:4, 9, 10)



Pembahasan: Mazmur 88:1-19 | Ayat Bacaan: Mazmur 87-88

Ratapan yang dicurahkan pemazmur ini menunjukkan penderitaan yang sangat berat dan menekan jiwanya. Ia berseru-seru siang dan malam (ay. 2), namun sampai akhir mazmur ini tidak terlihat tanda bahwa Allah menjawab doanya. Penderitaannya semakin bertambah berat ketika ia merenungkan apa yang akan terjadi jika ia masuk ke dalam dunia orang mati. Sebab itu, dalam ayat 11-13, pemazmur bertanya, “Apakah Kau lakukan keajaiban bagi orang-orang mati?” Pemazmur sadar, keajaiban Tuhan harus diingat dan dibicarakan di antara orang-orang hidup. Namun, ia mengajukan pertanyaan tersebut untuk mengingatkan satu hal: apabila penderitaan pemazmur berujung pada kematian, bagaimana mungkin ia dapat menceritakan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib?

Pergumulan batin pemazmur luar biasa berat. Inilah yang barangkali yang kerap dilukiskan oleh para Bapa Gereja di masa lampau sebagai pengalaman “jiwa dalam kegersangan gurun pasir.” Ketika teriakan tak beroleh jawaban, melainkan gema ulang teriakannya sendiri, ketika Tuhan seolah-olah bersembunyi dan membiarkan orang-Nya menderita seorang sendiri. Ketika jiwa penderita dibiarkan menjadi korban permainan kejam kuasa-kuasa yang ingin mencabik dan meluluhlantakkan jiwanya. Lalu, mengapa Allah membiarkan pemazmur tetap terpuruk seperti itu? Tidak ada jawaban. Karenanya, pemazmur untuk terakhir kalinya marah kepada Allah. Namun, di dalam ketidakmengertian pemazmur, ia tetap berdoa kepada Allah dan menantikan pertolongan-Nya.

Hari ini, kita sebagai umat Allah belajar bahwa kadangkala Allah terasa begitu jauh dan seolah tidak mempedulikan, meskipun kita telah berteriak kepada-Nya. Namun kita didorong untuk tetap setia kepada-Nya. Dalam situasi yang gelap seperti itu, pemazmur belajar untuk melihat dalam gelap. Dalam kegersangan jiwa bagaikan di padang gurun, imannya ditantang untuk benar-benar menjadi iman—yaitu iman yang tidak bersandar pada tanda atau gejala apa pun, melainkan semata-mata kepada Pribadi Allah.

STUDI PRIBADI: Tekanan hidup apa yang membuat kita, lelah dan putus asa? Kepada siapa kita menaruh harapan dan mencari pertolongan dalam setiap pergumulan dan tantangan?

Pokok Doa: Doakan umat Allah yang sedang menghadapi masalah hidup dan pergumulan iman, Tuhan memberi kekuatan dan menolong mereka. Doakan, gereja Tuhan yang mengalami penganiayaan di berbagai tempat di dunia.

Sharing Is Caring:

×

Mazmur 87

Sion, kota Allah

1 Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:

2 TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.

3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela

4 Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."

5 Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.

6 TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela

7 Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

×

Mazmur 88:1-19

Doa pada waktu sakit payah

1 Nyanyian. Mazmur bani Korah. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mahalat Leanot. Nyanyian pengajaran Heman, orang Ezrahi. (88-2) Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.

2 (88-3) Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;

3 (88-4) sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.

4 (88-5) Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan.

5 (88-6) Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.

6 (88-7) Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.

7 (88-8) Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku. Sela

8 (88-9) Telah Kaujauhkan kenalan-kenalanku dari padaku, telah Kaubuat aku menjadi kekejian bagi mereka. Aku tertahan dan tidak dapat keluar;

9 (88-10) mataku merana karena sengsara. Aku telah berseru kepada-Mu, ya TUHAN, sepanjang hari, telah mengulurkan tanganku kepada-Mu.

10 (88-11) Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Sela

11 (88-12) Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?

12 (88-13) Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

13 (88-14) Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.

14 (88-15) Mengapa, ya TUHAN, Kaubuang aku, Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

15 (88-16) Aku tertindas dan menjadi inceran maut sejak kecil, aku telah menanggung kengerian dari pada-Mu, aku putus asa.

16 (88-17) Kehangatan murka-Mu menimpa aku, kedahsyatan-Mu membungkamkan aku,

17 (88-18) mengelilingi aku seperti air banjir sepanjang hari, mengepung aku serentak.

18 (88-19) Telah Kaujauhkan dari padaku sahabat dan teman, kenalan-kenalanku adalah kegelapan.

×

Mazmur 88:2

1 (88-2) Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.

×

Mazmur 88:11-13

10 (88-11) Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Sela

11 (88-12) Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?

12 (88-13) Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

×

Mazmur 85:11

10 (85-11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

×

Mazmur 79:11

11 Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!

×

Mazmur 79:12

12 Dan balikkanlah ke atas pangkuan tetangga kami tujuh kali lipat cela yang telah didatangkan kepada-Mu, ya Tuhan!

×

Mazmur 79:13

13 Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

×

Roma 8:38-39

38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *