Bacaan hari ini: Amsal 6:16-19 | Bacaan setahun: Mazmur 71-72
“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya.” (Amsal 6:16 )
Amsal 6 : 16-19
16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
19 seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
Mazmur 71
Doa minta perlindungan di masa tua
1 Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
7 Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.
8 Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.
9 Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.
10 Sebab musuh-musuhku berkata-kata tentang aku, orang-orang yang mengincar nyawaku berunding bersama-sama
11 dan berkata: “Allah telah meninggalkan dia, kejar dan tangkaplah dia, sebab tidak ada yang melepaskan dia!”
12 Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku!
13 Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku!
14 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;
15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
16 Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!
17 Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
18 juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.
19 Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau?
20 Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.
21 Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku.
22 Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.
23 Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan.
24 Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku.
Mazmur 72
Doa harapan untuk raja
1 Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun!
6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!
7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu;
10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.
15 Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!
16 Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi.
17 Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
18 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!
19 Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.
20 Sekianlah doa-doa Daud bin Isai.
Pada tahun 2021 ini, di tengah situasi pandemi virus yang belum juga berakhir, beberapa artis malah tertangkap menggunakan ganja dan narkotika. Walaupun mereka mengetahui bahaya dan dampaknya bagi diri mereka, hal itu tidak menggoyahkan mereka untuk memakai obat-obatan terlarang itu. Mereka tidak belajar dari artis-artis terdahulu, yang tertangkap karena obat-obatan terlarang. Karir hancur, nama mereka jelek, dan akhirnya mendekam di penjara. Mereka tersandung karena mereka tidak berhikmat.
Firman Tuhan dalam Amsal 4:19-22, merupakan kelanjutan dari Amsal 4:1-18 yang merupakan sebuah nasihat untuk mencari hikmat. Salah satu dari nasihat dalam mencari hikmat adalah peringatan untuk tidak berjalan di jalan orang fasik. Orang fasik dalam bahasa aslinya adalah râshâʿ, yang berati jalan “tidak kudus, orang jahat, dan tidak bermoral.” Amsal menulis bahwa jalan orang fasik ini akan membawa kita tersandung jatuh semakin jauh dalam kefasikan. Tuhan sangat membenci orang fasik, seperti tertulis dalam Mazmur 34:22, bahwa “Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.” Akan ada konsekuensi bagi orang-orang fasik berupa hukuman yaitu menjadi musuh orang-orang benar yang adalah anak-anak Allah, sekaligus menjadi musuh Allah juga.
Sebagai anak Allah, tentu kita tidak ingin tersandung ke dalam jalan orang-orang fasik ini, tetapi kita ingin berjalan dalam hikmat. Firman Tuhan menuliskan bahwa permulaan dari hikmat adalah “takut akan Allah” (9:10). Amsal memberikan nasihat untuk kita semua, agar: (1). Memperhatikan perkataan Tuhan (ay. 20) dan; (2). Menyimpan Firman dalam lubuk hati (ay. 21). Karena dengan perkataan dan Firman Tuhan itulah kita akan berjalan dalam terang dan tidak akan tersandung dalam jerat jalan fasik. Hendaknya kita selalu waspada, berhati-hati dalam langkah kita dan mengandalkan hikmat dari Allah selamanya.
STUDI PRIBADI: Tersandung menuju jalan orang fasik merupakan bahaya yang mengintai kita, maukah kita memohon hikmat Tuhan untuk dapat terhindar dari jalan orang Fasik?
Pokok Doa: Berdoalah agar pada masa pandemi sekarang ini, Tuhan senantiasa memberikan hikmat-Nya untuk membimbing jalan kita, umat-Nya.


